Manfaat Uang Elektronik Mandiri Sehari-hariManfaat Uang Elektronik Mandiri Sehari-hari merupakan benda yang berteknologi canggih dalam mempermudah orang untuk bertransaksi.

Berikut ini adalah beberapa Manfaat atau Kegunaan uang elektrik. Kegunaan uang elektrik mandiri adalah sebagai kartu Transaksi sama seperti kartu atm atau kartu kredit.

Bedanya uang elektrik jauh lebih simple karena tidak memakai Pin. uang elektrik di anggap aman karena saldo-nya pada umumnya tidak terlalu besar dan uang elektrik juga memakai teknology chip. Kalau kartu uang elektrik hilang maka kartu bisa digunakan dengan mudah oleh siapapun.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di Perbedaan E-Toll Dengan E-Money di Indonesia

Kegunaan atau Manfaat Uang Elektronik Mandiri

Untuk lebih jelasnya di bawah ini adalah beberapa Kegunaan uang elektrik mandiri, sebagai berikut:

1. Kegunaan uang elektrik Mandiri untuk Transaksi Tol

Kalian bisa memakai kartu uang elektrik bank mandiri Kalian untuk membayar Tol. Prosesnya sangat mudah hanya perlu menempelkan kartu uang elektrik Kalian pada reader yang tersedia di pintu Tol. uang elektrik bank mandiri bisa digunakan untuk Transaksi pada tol-tol berikut ini:

  • Tol di Jabodetabek
  • Tol di Medan
  • Lalu Tol di Palikanci
  • Tol di semarang
  • Tol di Bali
  • Untuk Tol di Surabaya
  • Tol do Makasar dan beberapa jalan tol lainnya yang ada di Indonesia

Kalian juga bisa melakukan pengecekan saldo atau sisa saldo uang elektronik Kalian langsung di monitor setelah melakukan transaksi Transaksi di Pintu Tol.

Kegunaan uang elektrik untuk Transaksi tol secara otomatis akan ditolak apabila saldo electronic money Kalian tidak mencukupi.

2. Bayar Terminal Parkir Elektronik

Saat ini sudah semakin banyak Tempat Parkir yang ada di kota Jakarta dan Juga kota Bandung. Kalian bisa memakai kartu uang elektrik Kalian untuk Transaksi biaya parkir pada mesin elektronik yang tersedia.

3. Transaksi Commuterline dan Railink Kualanamu

Gunakan kartu uang elektrik Kalian untuk mengakses jasa commuterline dan raillink di Kualanamu Medan. Prosesnya bisa dibilang sangat mudah, yaitu cukup dengan menempelkan kartu pada alat pembaca yang tersedia dan palang akan terbuka. Transaksi Transaksi commuterline atau Railink dengan uang elektrik akan gagal apabila saldo tidak mencukupi.

4. Transaksi Transjakarta, Transjogja dan Batik Solo Trans

Kalian bisa memakai kartu uang elektrik dari bank mandiri untuk mengakses jasa transajakarta, transajogja dan juga Batik solo trans. Cara transaksinya sama saja dengan jenis kartu e-money lainnya tinggal di tempelkan atau di taruh di mesin reader untuk membaca kartunya.

5. Kegunaan uang elektrik untuk pembelian BMM di pertamina yang memiliki logo uang elektrik

Kalian bisa memakai kartu uang elektrik dari bank mandiri untuk melakukan Transaksi transaksi pembelian BMM di pertamina yang memiliki Logo uang elektrik.

6. Transaksi Belanja di mini market seperti Indomaret dan semua Alfa Group

Transaksi bisa dilakukan dengan mudah di Indomaret atau di semua Alfa Group dengan memakai kartu uang elektrik dari bank Mandiri. Kalian cukup menyerahkan kartu uang elektrik Kalian pada kasir setelah kasir menghitungkan jumlah perbelanjaan Kalian. Kalian juga bisa mengetahui jumlah saldo e-money mandiri Kalian di indomaret dan bahkan bisa isi ulang juga di sana.

7. Transaksi di toko atau tempat rekreasi yang menerima uang elektrik

Tidak hanya indomaret saja yang menerima Transaksi uang elektrik bank mandiri, tetapi masih ada banyak toko dan tempat rekreasi lainnya yang menerima Transaksi uang elektrik bank mandiri.

Dimana Beli uang elektrik Mandiri yang paling Mudah

  • Beli uang elektrik bank Mandiri di Indomaret atau Alfamart
  • Beli uang elektrik mandiri di Gerbang Tol
    Mendapatkan uang elektrik mandiri di Stasiun Commuterline
  • Beli uang elektrik Mandiri di Mesin uang elektrik yang ada di Bapindo Plaza menara mandiri 1 Lantai 1 cukup dengan Rp.50.000. Pada layar pilih beli uang elektrik dan Kalian akan disuruh memasukkan uang, silahkan masukkan pada tempat uang yang ada di sebelah kanan bawah layar monitor. Kartu uang elektrik Kalian akan keluar.
  • Beli uang elektrik bank mandiri di Kantor Cabang Bank Mandiri

Cara Cek Saldo uang elektrik Mandiri yang paling Mudah

  • Kalau punya Mobil Cek di Pintu Tol
  • Cek di Mesin ATM, Masukkan kartu debit (bukan uang elektrik-nya) ke mesin atm, dan pilih menu uang elektrik, kemudian info saldo dan tempelkan kartu uang elektrik mandiri Kalian di pembaca kartu bertKalian electronic money pada mesin atm tersebut.
  • Cek saldo uang elektrik mandiri melalui sms banking, Dial *141*6# pilih no 5 dan pilih info saldo.
  • Lalu Cek saldo uang elektrik mandiri dengan download dan install applikasi uang elektrik mandiri melalui play store.

Cara Top up E-Money Mandiri

Ada banyak cara untuk top up saldo uang elektrik mandiri baik di mesin atm bank mandiri sendiri atau top up uang elektrik online. Berikut ini adalah 6 cara isi ulang saldo uang elektrik bank mandiri:

  • Top Up uang elektrik Mandiri Di Indomaret atau Alfamart – Kunjungi indomaret atau alfamart yang paling dekat dengan lokasi Kalian dengan membawa kartu uang elektrik mandiri Kalian atau nomor kartu uang elektrik mandiri Kalian. Kasir Indomaret akan melakukan top up uang elektrik mandiri Kalian hanya dengan memakai nomor kartu uang elektrik mandiri yang Kalian miliki.
  • Cara Top Up uang elektrik Mandiri di ATM – Kalian juga bisa memakai mesin atm bank Mandiri yang memiliki logo uang elektrik untuk top up uang elektrik mandiri Kalian. Cara Top Up uang elektrik lewat atm bank mandiri, sebagai berikut:
  1. Cari mesin atm mandiri yang memiliki Logo uang elektrik
  2. Masukkan kartu ATM Mandiri Kalian
  3. Pilih bahasa dan masukkan PIN
  4. Pilih Menu uang elektrik
  5. Lalu Pilih Isi Ulang uang elektrik
  6. Tempelkan kartu uang elektrik Mandiri Kalian di Card reader yang ada di mesin atm tersebut.

Cara Top up E-Money Mandiri Yang Lainnya

  • Top Up pakai sms Banking Bank Mandiri – Ikuti langkah-langkah berikut ini untuk top up uang elektrik mandiri Kalian memakai layanan sms banking versi USSD:
  1. Call *141*6# Dari handphone Kalian
  2. Balas 5 Untuk Beli
  3. Balas 3 Untuk Pilihan Top Up uang elektrik
  4. Masukkan Nomor uang elektrik Mandiri Kalian
  • Top up di aplikasi uang elektrik mandiri – Download applikasi uang elektrik mandiri dari google play store dan nikmati kemudahan top up uang elektrik melalui applikasi tersebut.
  • Top up lewat Mandiri Online – Bagi Kalian pengguna mandiri online, Kalian bisa dengan mudah melakukan Top up saldo uang elektrik langsung dari aplikasi mandiri online Kalian.
  1. Pilih menu uang elektrik
  2. Pilih Top up electronic money
  • Top Up di Tokopedia – Kalian juga bisa melakukan top up uang elektrik mandiri dengan memakai tokopedia. Silahkan masuk ke transaksi digital di toped dan pilih menu uang elektrik. Masukkan nomor kartu uang elektrik Kalian dan pilih nominal transaksi top up yang Kalian inginkan.

Itu dia cara melakukan isi ulang uang elektronik uang elektrik produk dari bank mandiri di Indomaret atau alfamart, di mesin atm berlogo uang elektrik, sms banking, aplikasi dan mandiri online. Manfaat Uang Elektronik Mandiri.

Perbedaan E-Toll Dengan E-Money di IndonesiaPerbedaan E-Toll Dengan E-Money di Indonesia sangatlah sederhana. Akan tetapi akan kita bahas lebih lanjut untuk informasinya di artikel ini.

Beda E-Toll dan E-Money. Keberadaan E – Money semakin mempermudah kita dalam bertransaksi. Bagaimana tidak, sangat dengan satu kartu, kita dapat melakukan beraneka macam transaksi, mulai dari belanja di mini market sampai membayar tol. Hal inilah yang membuat orang tertarik memakai E – Money.

Di Indonesia, salah satu bank yang mengeluarkan E – Money adalah Bank Mandiri. Bank ini bahkan menjadi penerbit E – Money paling banyak. Contoh E – Money yang di keluarkan adalah E-Money dan E-Toll.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di Fungsi dan Manfaat E-Money

Perbedaan E-Toll Dengan E-Money di Indonesia

Akan tetapi, banyak orang tidak dapat dibedakan antara E-Money dan E-Toll. Mungkin, Kalian adalah salah satunya? Ingin mengetahui perbedaan kegunaan antara E-Money dengan E-Toll?

E-Money Mandiri

Mandiri E-Money adalah produk E – Money pertama milik Bank Mandiri. Untuk mendapatkan E-Money, Kalian tidak perlu menjadi nasabah.

E-Money juga dapat dibeli di kantor cabang Bank Mandiri, mini market atau di e-commerce seperti Tokopedia.

Seperti E – Money lainnya, pengisian e-Money sangat mudah. Kalian dapat top-up E-Money di penjual yang bekerjasama dengan Bank Mandiri seperti Tokopedia.

Kelebihan utama E-Money adalah dapat diisi ulang dengan maksimum top-up sampai Rp 20 juta dan maksimal saldo tersimpan adalah Rp 2 juta. E-Money dapat di pakai untuk banyak transaksi di antaranya adalah sebagai berikut:

  1. Gerbang Tol
  2. TransJakarta, TransJogja, BatikSolo Trans
  3. MRT Jakarta
  4. KRL Jabodetabek
  5. Tempat Parkir
  6. Toko Retail

Setelah memiliki E-Money, Pemakai dapat langsung memakai E-Money untuk Shopping.

Cara memakainya juga mudah karena tidak perlu memakai PIN. Hanya perlu menempelkan kartu E-Money pada mesin khusus untuk kartu, pembayaran pun langsung selesai dalam hitungan detik saja.

E-Toll Card Mandiri

E-Toll Card Mandiri adalah E – Money hasil kerjasama Bank Mandiri dan 4 operator jalan tol (PT Jasa Marga Tbk, PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk dan PT Marga Mandala Sakti).

Kartu yang memakai teknologi RFID (Radio Frequency IDentification) dapat di pakai di semua gerbang tol di Jawa, Sumatra dan Bali.

Pada umumnya, kegunaan E-Toll Mandiri sama persis dengan kegunaan yang ada pada E-Money Mandiri.

Alasannya, E-Toll Mandiri hanyalah satu dari beraneka variasi E – Money yang di keluarkan oleh Bank Mandiri. Berikut ini kegunaan E-Toll Mandiri:

  1. Pembayaran Tol
  2. Pembayaran TransJakarta, TransJogja, BatikSolo Trans
  3. Untuk Pembayaran MRT Jakarta
  4. Pembayaran KRL Jabodetabek
  5. Pembayaran Tempat Parkir
  6. Transaksi Toko Retail

Selain E-Toll Mandiri, varian E-Money Mandiri yang dapat Kalian dapatkan adalah Mandiri Gaz Card dan Indomart Card.

Lalu Apa yang dibedakan antara E-Toll dan E-Money?

Pada umumnya E-Toll dan E-Money tidak memiliki banyak perbedaan. Keduanya memiliki kegunaan yang sama dan dapat di pakai di penjual yang telah bekerja sama dengan Bank Mandiri.

Keduanya juga memiliki syarat dan ketentuan yang sama. Hal mendasar yang dibedakan antara E-Toll dan E-Money adalah institusi penerbitnya.

Jika E-Money di keluarkan oleh Bank Mandiri tanpa kerja sama dengan perusahaan lain, E-Toll di keluarkan Bank Mandiri bersama-sama dengan perusahaan operator jalan tol.

Toll adalah kartu elektronik yang di pakai untuk melakukan transaksi guna masuk jalan tol di beberapa daerah Indonesia. Pemakai e-toll hanya perlu menempelkan kartu untuk melakukan transaksi uang tol dalam waktu 4 detik, lebih cepat apabila membayar menggunakan uang tunai yang membutuhkan waktu 7 detik atau lebih.

Pemakaian e-toll juga mengurangi biaya operasional karena hanya diperlukan biaya untuk mengumpulkan, menyetor, dan memindahkan uang tunai dari dan ke bank. Selain menjadi langkah awal dalam modernisasi pengumpulan uang, Pemakaian e-toll juga dimaksudkan untuk mengurangi pelanggaran (moral hazard) karena petugas tol tidak menerima pembayaran secara langsung.

Pada tanggal 17/04/2012, saat semua media masa menayangkan berita tentang E-toll Card yang diluncurkan oleh pejabat negara, kami melakukan eksperimen jajak pendapat. Survei yang dilakukan secara cepat kepada lebih dari 200 orang yang di tanya, telah memberikan hasil yang cukup menarik, baik dari sudut pandang kebijakan publik maupun dari sisi politik pemerintahan.

Opini Masyrakat Tentang E-Toll dan E-Money

kami bertanya secara sederhana tentang opini mereka terhadap E-Toll Card, apakah mereka memandang itu adalah solusi atau pencitraan pejabat.

Penjawab adalah masyarakat terdidik mulai dari mahasiswa, pekerja profesional, akademisi, pengusaha, sampai pejabat pemerintah dan politisi, serta tinggal di perkotaan.

Dengan begitu, opini yang disampaikan adalah pendapat dari mereka yang sadar teknologi dan sadar politik. Dari 77 jawaban yang masuk, 59,7% Penjawab mengatakan E-toll card adalah solusi dan 40,3% menyatakan bahwa acara tersebut lebih fokus pada pencitraan dari pejabat yang terkait.

Beberapa dari Penjawab kritis juga bertanya mengapa yang ditanyakan adalah “solusi atau pencitraan”, dan bukan “solusi atau tidak”? Pertanyaan tersebut di rancang bukan tanpa alasan.

Ada beberapa kesimpulan yang dapat kita ambil dari jajak pendapat ini. Pertama, mayoritas Penjawab menghargai apa yang di lakukan oleh pemerintah dalam mensosialisasikan dalam penggunaan E-toll Card.

Meskipun kebijakan tersebut adalah solusi awal, atau hanya menyelesaikan persoalan di pintu jalan tol dan bukan menyelesaikan persoalan kemacetan, Akan tetapi Penjawab sadar upaya memakai kartu uang elektronik akan mengurangi waktu transaksi, mengindarkan “moral hazard” dalam transaksi tunai untuk layanan publik seperti jalan tol, serta mendorong investasi baru di jasa keuangan yang berkaitan dengan penyelenggaraan infrastruktur.

Kritik pada sistem ini umumnya adalah masalah “top-up” dan monopoli satu bank saja.

Standar waktu transaksi tunai di pintu jalan tol biasanya paling lama adlah 7 detik dan dapat di kurangi menjadi 3 – 4 detik dengan pemanfaatna E-toll Card. Pengurangan waktu transaksi di pintu jalan tol sebesar 3 – 4 detik untuk tiap kendaraan akan dapat di rasakan dengan signifikan karena kemacetan. Jika tidak di tangani maka tumpukan antrian akan tumbuh secara pesat. Artinya, apabila tidak segera di selesaikan, maka antrian akan berubah menjadi gridlock atau kemacetan total di semua jaringan jalan.

Dukungan Masyarakat Tentang E-Toll Card

Berita baik tentang dukungan masyarakat ini perlu di respon oleh operator jalan tol dan penyedia E-Toll Card untuk menambahkan efisiensi sistem, akses ke layanan retail lain. Disamping itu perlu segera di lakukan konvergensi dengan lembaga keuangan lain sesampai dampak dan kemanfaatannya menjadi lebih terlihat.

Kedua, Penjawab menilai bahwa kebijakan publik kerap terganggu oleh persepsi masyarakat akan agenda politik yang di miliki penguasa maupun pejabat pemerintah. Ini mungkin hasil yang cukup menarik jika di bandingkan dengan opini yang pertama. Sebanyak 40,3% Penjawab menyatakan bahwa apa yang di tayangkan di media masa adalah bentuk pencitraan pemerintah atau pejabat pemerintah.

Kebijakan pemerintah yang baik dan memajukan seperti pengenalan teknologi untuk efisiensi sistem transportasi kerap justru tidak produktif manakala “over exposed”.

Itulah perbedaan dan persamaan E-Money dengan E-Toll. Walaupun tidak banyak perbedaan, Kalian perlu mengetahui kegunaan masing-masing kartu tersebut.

Apalagi jika Kalian Pemakai kendaraan roda empat yang sedang bingung memilih merek E – Money untuk pembayaran di gerbang tol. Semoga artikel ini bermanfaat ya Kalian.

Panduan Menggunakan E Money Dengan MudahPanduan Menggunakan E Money di Indonesia

Panduan Menggunakan E Money merupaakn panduan yang dapat kalian ikuti untuk berbelanja dan transaksi menggunakan uang elektronik.

DI era digital ini membuat semua hal menjadi lebih mudah untuk di lakukan. Dimana salah satunya adalah dengan melakukan transaksi menggunakan uang elektronik yang mulai viral di Indonesia.

Jika anda merasa tidak suka menyimpan uang tunai di dalam tas. maka kalian dapat menggunakan e – money tersebut. Dimana rasa khawatir apabila uang tersebut di curi atau di ambil orang lain menjadi lebih berkurang.

Dan dengan menggunakan e money, kalian dapat menggunakan sebuah kartu khusus yang cara kerjanya mirip seperti kartu debut maupun kartu kredit.

Dimana kalian dapat menggunakan kartu tersebut sebagai pengambilan uang di ATM maupun di outlet yang ada di Indonesia. Akan tetapi dalam menggunakan kartu atm memang sedikti menyusahkank karena harus mengambil uangnya terlebih dahulu ke ATM maupun bank.

Dan dengan begitu, kalian bisa menggunakan kartu e-money yang dapat di gunakan secara langsung untuk toko / restoran yang menyediakan layanan e – money.

Sehingga dengan begitu kalian tidak perlu lagi repot – repot harus membawa uang tunai maupun mengambil uangnya terlebih dahulu di ATM. Untuk e – money tersebut, sekarang telah di sediakan oleh semua bangk. DImana seperti yang di sebutkan sebelumnya, cara pemakaiannya sama dengan penggunaan kartu debit maupun kredit.

Manfaat Penggunaan E – Money

  • Sebagai alat pembayaran Jalan TOl untuk Jabodetabek, bandung, medan, Palikanci, Semarang, Bali, Surabaya dan juga Makasar. Selain itu pemanfaatan kartu ini semakin berkembang tidak hanya untuk kota – kota itu saja.
  • Sebagai alat pembayaran parkir dan juga TPE. TPE adalah Terminal atau tempat yang menggunakan sistem pembayaran parkir otomatis.
  • Pembayaran Tiket Kereta Api
  • Untuk melakukan Pembayaran Biaya Transportasi seperti Transjakarta, Transjogja, Batik SOlo Trans dan sebagainya.
  • Pembayaran SPBU yang memiliki logo e-money.
  • Dapat di gunakan sebagai alat pembayaran di toko retail seperti Indomaret dan juga Alfa mart.
  • Selain itu, kalian dapat memanfaatkan e- money untuk alat pembayaran di toko, tempat hiburan keluarga dan juga restoran yang memiliki logo E-Money.

Akan etapi tidak seperti kartu debet, e-money tidak akan memiliki pemotongan admin setiap bulannya. Dan juga tidak memiliki bunga, jadi intinya e-money akan memiliki cara kerja yang sama dengan uang tunai, akan tetapi hanya bentuknya saja yang berbeda.

Keuntungan Menggunakan E – Money

  1. Saldo yang tersimpan di dalam akun maupun kartu e – money akan memiliki keamanan yang terjamin.
  2. Tidak memerlukan tnada tangan ataupun pin untuk melakukan transaksi Yang berbeda dengan ATM dan juga kartu kredit. DImana kalian hanya melakukan tap saja di mesin yang telah di sediakan.
  3. Kalian dapat melakukan top – up dengan mudah di berbagai tempat yang di sediakan di bank maupun di mini market.
  4. Jumlah maksimal melakukan isi ulang dalam kartu e – money adalah 20 juta per bulan untuk satu kartu.
  5. Maksimal saldo yang dapat di simpan di kartu e – money adalah 1 juta tiapi kartunya.

Cara Mendapatkan Kartu e – Money

Anda dapat membeli e – money mandiri di minmarket dengan harga 25 ribu rupiah dengan saldo 0 rupiah. Karena kalian dapat memperoleh kartu tesrebut dengan mudah.

Kalian juga tidak perlu datang ke bank dan membawa dokumen seperti saat melakukan pembukaan rekening baru untuk mendapatkan rekening.

Dimana dengan begitu kalian tidak perlu repot untuk membawa dokumen. Yang perlu di persiapkan adalah uang sebanyak 25 ribu saja untuk membeli katu dan juga sejumlah uang yang ingin kalian isi di e – money.

Cara Memakai E – Money Dengan mudah

  • Pastikan bahwa toko maupun penjual lainnya memiliki sarana dan menerima proses transaksi menggunakan e – money di bank manapun yang kalian gunakan.
  • Pastikan saldo yang kalian punya cukup untuk melakukan transaksi.

Sebagai contohnya saat kalian ingin membeli tiket kereta api maupun tiket bus, Tap terlebih dahulu kartu e- money yang kalian punya untuk memeriksa saldo kartu yang kalian miliki.

Biasanya mesin tersebut akan tersedia di stasiun kereta maupun halte bus modern. Apabila saldo kalian sudah habis, maka kalian harus melakukan top up atau isi ulang denga cara sebagai berikut.

  1. Memakai Kartu Mandiri Debit

    • Masukkan kartu debit ke mesin atm sesuai dengan bank yang kalian miliki
    • Masukkan  nomor pin keamanan kalian saat setelah memasukkan kartu debit tersbut.
    • Setelah itu kalian dapat memilih menu untuk transaksi e- money.
    • Jika sudah kalian dapat meilih menu isi ulang.
    • Dengan begitu, kalian dapat pilih nominal isi ulang sesuai dengan jumlah yang kalian inginkan.
    • JIka sudah, maka kalian dapat menekan tombol Yes / Ya. Jika sudah, kalian harus meletakkan kartu e- money kalian ke area mesin atm yang telah di sediakan.
    • Setelah transaksi selsai, maka kertas struk akan memberikan kalian informasi untuk top uip e – money yang telah di lakukan.
  2. Menggunakan kartu debit dengan atm Bersama

    • Masukkan kartu debit kalian ke atm yang memiliki logo bersama.
    • Setelah itu kalian akan diminta untuk memasukkan angka pin keamanan pribadi kalian.
    • Jika sudah maka kalian akan  melihat sejumlah menu, disitu kalian harus memmilih menu transaksi lain.
    • Sebagai contohnya jika kalian menggunakan mandiri, maka kalian dapat pilih menu Mandiri Prabayar.
    • Setelah itu tekan menu isi ulang yang ada pada layar.
    • Jika sudah, maka kalian dapat masukkan nominal dan tekan tombol Ya.
    • Dengan begitu kalian dapat tempelkan kartu e – money dengan area yang telah di tentukan, maka kartu kalian telah berhasil di isi ulanlg.

Itulah beberapa Panduan Menggunakan E Money yang dapat kalian lakukan untuk menggunakan kartu e – money.

Baca juga : Cara Top Up Dana via BCA Dan Sebagainya

Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan dan kerugian uang elektronik – Ide pertama tentang uang digital diperkenalkan pada akhir abad ke-20 oleh ilmuwan komputer dan kriptografer Amerika David Chaum. Dia menemukan tanda tangan buta primitif kriptografi – tanda tangan digital di mana konten pesan disamarkan (dibutakan) sebelum ditandatangani. Pada akhir 1980-an ketika gerakan Cypherpunk dimulai, karyanya “Surat Elektronik yang Tidak Dapat Dilacak, Alamat Pengembalian, dan Nama samaran Digital” berbagi visi orang-orang tentang masa depan dan meletakkan dasar untuk bidang penelitian komunikasi anonim.

Penemuan Chaum memungkinkan pengguna memperoleh mata uang digital dari bank dan membelanjakannya dengan cara yang tidak dapat dilacak oleh bank atau pihak lain. Pada tahun 1988 ia memperluas ide ini untuk memungkinkan transaksi offline yang memungkinkan deteksi pembelanjaan ganda. Setelah tujuh tahun pada tahun 1990, dia mendirikan DigiCash untuk mengkomersialkan idenya. DigiCash adalah perusahaan uang elektronik yang menawarkan aplikasi uang elektronik yang bertujuan untuk menjaga anonimitas pengguna.

Asal mula mata uang digital

Asal mula mata uang digital berasal dari gelembung Dot-com tahun 1990-an. E-gold merupakan uang elektronik pertama yang didirikan pada tahun 1996 serta didukung oleh emas. Layanan mata uang elektronik lain adalah Liberty Reserve, yang didirikan pada tahun 2006; Ini memungkinkan pengguna mengonversi dolar atau euro ke Liberty Reserve Dollars atau Euro, dan menukarnya secara bebas satu sama lain dengan biaya 1%.

Uang elektronik atau e-money adalah salah satu sistem pembayaran yang kini semakin digemari. E-money adalah sistem pembayaran tanpa uang tunai yang kini banyak digunakan di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Keberadaan uang elektronik telah menggantikan fungsi uang tunai. Anda tidak perlu mengeluarkan uang dari dompet untuk membayar apapun, Anda hanya perlu menggunakan satu kartu dan semuanya selesai. Meski dibalik kelebihannya, bukan berarti tidak ada kerugiannya. Di bawah ini adalah Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan

1. Lebih Praktis
Untuk menggunakan uang elektronik, Anda harus mengisi saldo. Anda bisa melakukan top up di merchant dan sekarang lebih mudah untuk menemukan merchant tersebut. Saldo uang elektronik Anda dapat digunakan untuk transaksi apapun, dimanapun dan kapanpun. Anda hanya perlu menggunakan satu kartu dan Anda dapat membayar apapun yang Anda inginkan selama saldo Anda tidak pernah habis.

2. Transaksi Lebih Cepat
Untuk transaksi pembelian dengan uang elektronik memang lebih cepat dari pada menggunakan uang tunai. Misalnya saat ingin membayar tiket kereta api. Anda dapat langsung mengetuk mesin yang tersedia, lalu pergi ke peron, dan menunggu kereta Anda datang. Tidak perlu untuk mengantri agar dapat membayar sesuatu di konter atau kasir,mengeluarkan uang,atau menunggu kembalian.

3. Transaksi Global
Bagi yang suka belanja online, e-money juga bisa bermanfaat. Sebab, bisa digunakan sebagai pembayaran di situs e-commerce manapun, termasuk di luar negeri. Karena e-money berlaku secara global. Saat melakukan pembayaran,uang elektronik memiliki fungsi yang sama dengan kartu kredit. Anda hanya perlu mengisi nomor kartu Anda, dan pembayaranpun dapat dengan segera selesai.

Kekurangan

1. Konsumtif
Sadar atau tidak, e-money yang memberikan banyak kemudahan membuat kita menjadi pribadi yang konsumtif. Mengapa? Karena kemudahan membuat kita ingin membeli banyak barang, hingga kita tidak menyadari bahwa saldo hampir habis.

2. Keamanan Rendah
E-money dapat berpindah tangan dengan mudah. Tidak perlu memasukkan kata sandi atau sesuatu, semua orang dapat menggunakannya tanpa izin apa pun. Untuk itu berhati-hati . Sebab ketika kartu Anda hilang, orang yang menemukan kartu Anda dapat langsung menggunakannya. Itulah konsekuensi dibalik kemudahannya yang memberatkan. Yang harus Anda lakukan sebagai pemilik adalah menjaganya dengan sangat baik.

3. Saldo yang Tersisa Tidak Bisa Menjadi Tunai
Meskipun transaksi menggunakan kartu uang elektronik sangat mudah, namun tidak semua pembayaran bisa dilakukan dengan uang elektronik. Ketika Anda ingin membayar sesuatu secara tunai, atau Anda menambah saldo Anda terlalu banyak, saldo yang telah ditransfer tidak dapat diuangkan atau diubah menjadi uang tunai. Kecuali jika kartu uang elektronik Anda hilang atau rusak, Anda dapat melaporkannya ke bank terkait dan sisa saldo dapat dicairkan.

Baca juga : Fungsi dan Keuntungan Layanan Emoney Linkaja

Uang Elektronik VS Uang

Uang Elektronik VS Uang Asli – Komite Pembayaran dan Infrastruktur Pasar – penyusun standar internasional untuk sistem pembayaran – mendefinisikan uang elektronik (e-money) sebagai “nilai yang disimpan secara elektronik dalam perangkat seperti kartu chip atau hard drive di komputer pribadi” (CPSS 2003) , dan Asosiasi GSM – badan perdagangan yang mewakili operator uang seluler secara global – selanjutnya menunjukkan bahwa “nilai total uang elektronik dicerminkan dalam (a) rekening bank, bahkan jika penyedia… gagal, pengguna dapat memulihkan 100% dari nilai yang disimpan di akun mereka ”(GSMA 2010).

Fitur-fitur ini merupakan bagian integral dari peraturan e-money di seluruh dunia. Yang mengacu pada e-money sebagai instrumen pembayaran prabayar yang diterbitkan terhadap penerimaan dana yang nilainya disimpan di perangkat yang dimiliki pelanggan atau dapat diakses dari pelanggan saat disimpan. di tempat lain (misalnya server atau jaringan komputer). 1 Fungsionalitas yang dijelaskan, bagaimanapun, analog dengan mengakses rekening yang disimpan di bank, yang mewakili klaim atas dana yang dapat digunakan pelanggan kapan saja. Dari perspektif ini, uang elektronik tidak lain adalah teknologi yang nyaman bagi pelanggan untuk mengakses dana ini, sangat mirip dengan perbankan online, menggesekkan kartu di tempat pedagang, atau melakukan transaksi ‘kartu-tidak-hadir’.

Pertanyaannya adalah apakah uang elektronik hanyalah layanan atas uang yang ada atau apakah dapat berfungsi sebagai uang yang layak, yang pada akhirnya menggantikan uang tunai dan deposito. Mengatasi pertanyaan ini harus mengarahkan regulator untuk mempertimbangkan apakah dan bagaimana peraturan harus berkembang untuk mencerminkan sifat e-money yang sebenarnya.

Uang adalah apa yang orang pikirkan tentang uang

Pertimbangkan lebih jauh analogi antara uang elektronik dan deposito bank. Bukankah yang terakhir juga merupakan teknologi untuk mengakses dan memobilisasi nilai yang tersimpan di dalamnya (uang tunai dan dana lainnya) sesuai permintaan? Jawabannya harus dibingkai dalam konteks evolusi. Pada masa-masa awal perbankan, setoran dipahami sebagai tempat yang aman di dalam brankas yang terlindungi dengan baik di mana pelanggan akan menyimpan uang tunai mereka dan menariknya saat dibutuhkan (Rothbard 2008). Namun, sebagai klaim atas uang, simpanan semakin menjadi pengganti uang, karena orang merasa lebih nyaman menggunakannya daripada uang tunai dalam proses pertukaran. Akhirnya mereka (sebagian besar) menggantikan uang tunai sebagai alat pembayaran dan bahkan uang bank sentral sebagai alat penyelesaian.

Uang Elektronik VS Uang Asli

Sejauh uang pengganti mulai diterima menggantikan aslinya, mereka sendiri menjadi uang. Ini karena orang-orang semakin mempercayai mereka karena mampu menyimpan nilai (seperti halnya uang) dan semakin merasa nyaman dengan penerimaan mereka. Dalam kasus uang elektronik, orang-orang pada awalnya menggunakannya sebagai cara yang lebih mudah untuk mengakses nilai yang tersimpan di dalamnya – mereka menggunakannya untuk transfer kecil, sering melakukan transaksi tunai masuk dan keluar, dan menyimpannya dalam jumlah kecil. (Hanouch dan Kumar 2013). Pada waktunya, mereka dapat menggunakannya secara lebih luas dan bahkan menahannya daripada uang tunai dan deposito (Pulver 2008, Morawczynski dan Pickens 2009). Pada prinsipnya, karena penggunaan uang elektronik menjadi meluas dan orang-orang tidak lagi melakukan pembayaran, transaksi dapat dilakukan dalam uang elektronik dengan hanya sedikit kebutuhan uang tunai untuk berpindah tangan atau untuk memindahkan simpanan antar rekening (Bachas et al. 2016).

Tetapi bahkan dengan skala pencapaian substitusi, fitur utama masih akan membedakan antara deposito bank dan uang elektronik, setidaknya di bawah peraturan yang ada, dan itu adalah melalui rezim moneter yang berbeda yang mendukungnya – cadangan pecahan untuk deposito bank dan uang elektronik yang dikeluarkan oleh bank , di satu sisi, dan dukungan 100% untuk e-money yang diterbitkan oleh nonbank di sisi lain. 2 Di bawah rezim yang terakhir, penerbitan uang elektronik harus disesuaikan dolar-untuk-dolar dengan uang yang beredar. Uang Elektronik VS Uang

Inkonsistensi yang nyata

Peraturan uang elektronik saat ini secara khusus berkaitan dengan pengamanan dua tujuan operasional: pertama, menegakkan rezim dukungan 100%; dan kedua, melindungi apa yang disebut ‘dana pelanggan’.

Tujuan pertama memastikan bahwa semua e-money yang beredar dapat ditebus setiap saat atas permintaan pelanggan. Tujuan kedua memunculkan masalah kritis. Lembaga pengatur dan ahli lapangan berbicara tentang dana pelanggan saat mengacu pada dana yang diterima dari penerbitan uang elektronik. Sebenarnya ada dua kasus yang relevan di sini. Ambil contoh operator jaringan seluler (MNO) yang menawarkan layanan uang seluler.

MNO

Dalam kasus pertama, MNO hanyalah penyedia layanan, bukan penerbit uang seluler – uang seluler adalah layanan yang disediakan di deposito, bukan uang – dan pelanggan memiliki klaim simpanan di bank, bukan dana yang disimpan di bank. Dalam kasus kedua, pelanggan benar-benar membeli nilai uang dari MNO (FCA 2014). Mereka membeli suatu bentuk nilai (uang seluler), yang kepemilikannya mereka peroleh, dengan imbalan bentuk nilai lain (uang tunai atau deposito). Yang kepemilikannya mereka lepaskan. 3 Sebuah quid pro quo terlibat dalam pertukaran, yang menyiratkan bahwa dana yang diterima oleh MNO terhadap penerbitan uang seluler tidak lagi menjadi milik pelanggan – kepemilikan mereka dialihkan dari pelanggan ke MNO.

Hal ini konsisten dengan analogi sebelumnya antara uang elektronik dan deposito bank. Ketika nasabah memperoleh klaim deposito bank, mereka melepaskan kepemilikan dana ke bank penerbit. Perbedaan antara uang elektronik dan simpanan terletak pada dasar hukumnya – simpanan didasarkan pada kontrak pinjaman (Rubin 1975, Harker 2014) sedangkan penerbitan uang elektronik melibatkan perjanjian penjualan (Yurtiçiçek 2013), namun keduanya menyiratkan transfer kepemilikan dana. 4 Satu-satunya pengaturan hukum yang akan melibatkan pengalihan kepemilikan sementara tidak mengalihkan kepemilikan adalah jaminan (Helmholz 1992). Namun, tidak ada peraturan saat ini yang mempertimbangkan jaminan sebagai dasar hukum untuk e-money. Uang Elektronik VS Uang

Oleh karena itu, terdapat ketidakkonsistenan yang nyata dalam memperlakukan dana yang diterima oleh penerbit uang elektronik sebagai dana nasabah. Dibandingkan dengan uang elektronik, seperti halnya terdapat ketidakkonsistenan dalam memperlakukan dana penyimpan sebagai dana yang diterima bank dibandingkan dengan klaim deposito. Apakah uang elektronik hanyalah layanan deposito atau pertukaran nilai yang sebenarnya, dana yang terlibat tidak pernah dimiliki oleh pelanggan.

Implikasi regulasi
Implikasinya penting baik untuk insentif untuk menggunakan e-money. Maupun untuk alokasi hak dan tanggung jawab di antara lembaga yang terlibat dalam pembuatan dan peredarannya.

Jika e-money hanya layanan deposito:

  • Setelah dana yang diterima oleh penyedia layanan uang elektronik (EMSP) disimpan di bank (atau diinvestasikan dalam sekuritas). Pelanggan menjadi pemilik dari klaim deposito terkait (dan sekuritas) dan pendapatan bunga mereka. Bank (dan tempat penyimpanan sekuritas) sepenuhnya bertanggung jawab untuk menyediakan likuiditas yang diperlukan untuk mendukung penebusan uang elektronik dan perlindungan asuransi yang diperlukan untuk melindungi klaim simpanan pelanggan (dan sekuritas) dari kebangkrutan.
  • EMSP, di pihak mereka, hanya harus menjaga integritas dan kontinuitas penyediaan layanan. Karena mereka hanya menawarkan layanan transaksi, dan tidak memiliki dana yang diterima, mereka mungkin tidak bertanggung jawab atas ketidakmampuan bank (dan tempat penyimpanan sekuritas) untuk mendukung penukaran uang elektronik melalui likuiditas dan penyediaan asuransi. Juga, asalkan klaim simpanan nasabah (dan sekuritas) tidak tercampur dengan aset mereka, kebangkrutan mereka tidak menempatkan klaim tersebut pada risiko. Dengan demikian, tidak ada persyaratan tambahan yang harus dikenakan pada EMSP selain yang berkaitan dengan kualitas layanan dan perilaku pasar.

Jadi, jika e-money bukan uang, kerangka peraturan harus disederhanakan dan tanggung jawab aktor terkait harus dipertimbangkan kembali. Secara khusus, dana yang diterima oleh EMSP harus disimpan hanya di bank. Karena bank berada pada posisi terbaik untuk mendukung penebusan uang elektronik dan EMSP tidak memiliki insentif untuk menukar likuiditas. Untuk pengembalian yang lebih tinggi dengan menginvestasikan dana tersebut dalam sekuritas. Selain itu, dengan apa yang disebut dana nasabah, pada kenyataannya, klaim simpanan nasabah di bank (bukan pada EMSP). Hanya bank yang harus bertanggung jawab untuk melindungi klaim tersebut. Tidak akan ada kewajiban uang elektronik di sisi EMSP, uang elektronik tidak lain adalah layanan deposito bank, dan peraturan harus mengabaikan referensi ke ‘dana pelanggan’.

Sebaliknya, jika e-money mewakili nilai moneter sebenarnya:

  • Dana yang diterima dari penerbitan uang elektronik harus dicatat di neraca penerbit sebagai aset terhadap kewajiban uang elektronik dan pendapatan bunga yang diperoleh dari mereka harus menjadi milik penerbit, yang akan memiliki hak untuk memutuskan penggunaannya – termasuk oleh meneruskannya kembali kepada pelanggan untuk memberi insentif pada penggunaan uang elektronik untuk tujuan transaksi dan tabungan. Regulator harus berhenti menggunakan terminologi ‘dana pelanggan’ dan menggantinya dengan ‘kewajiban penerbit’.
  • Peraturan harus mewajibkan penerbit untuk menjamin dapat ditebus dan untuk memastikan perlindungan hukum atas kewajiban uang elektronik. Mereka terhadap kebangkrutan mereka sendiri. 5 Peraturan juga harus mensyaratkan interoperabilitas antara skema e-money, dan mengatur transfer aset dan liabilitas dari penerbit e-money yang bangkrut ke penerbit e-money yang bertahan jika terjadi kebangkrutan, untuk memastikan kesinambungan layanan kepada pelanggan.
  • Penerbit uang elektronik harus diizinkan untuk menginvestasikan sebagian dananya dalam aset (aman). Selain deposito bank, sehingga memungkinkan mereka untuk melakukan trade-off antara likuiditas dan pengembalian yang lebih tinggi. Dan harus diizinkan untuk masuk ke dalam likuiditas dan pengaturan asuransi dengan bank dan lembaga keuangan lain. Dengan tujuan untuk menjamin penukaran uang elektronik.

e-money mewakili nilai moneter

  • Selain itu, dan sebagai alternatif. Penerbit uang elektronik harus diizinkan untuk menyimpan dana mereka di rekening yang dikumpulkan di bank sentral (Kolombia dan El Salvador adalah contoh).  Yang berpotensi dapat melayani beberapa skema uang elektronik yang dapat dioperasikan. Opsi ini akan sepenuhnya melindungi kewajiban uang elektronik dari likuiditas dan risiko kredit. Dan membuatnya sangat mirip dengan deposito bank sempit (Bossone 2001).
  • Di sisi lain, bank yang menawarkan layanan uang elektronik kepada pelanggan harus diwajibkan untuk tunduk pada dana yang diterima. Dengan aturan kehati-hatian yang sama yang berlaku untuk simpanan, dan harus berwenang untuk memberikan pinjaman uang elektronik. Kepada pelanggan dengan memanfaatkan rezim cadangan fraksional mereka.

Kesimpulan

Pertanyaan apakah e-money adalah uang yang tepat harus didekati dari perspektif evolusioner, di mana orang dari waktu ke waktu menentukan ‘uang’ dari komoditas atau instrumen keuangan tertentu. Uang elektronik pada suatu saat dapat menjadi uang dalam persepsi orang, dan peraturan harus dirancang dengan mempertimbangkan prospek tersebut.

Kerangka peraturan yang digambarkan di atas akan menawarkan kepada pelanggan pilihan yang lebih luas dari instrumen uang elektronik. Daripada yang tersedia saat ini (dari yang memberikan perlindungan penuh terhadap likuiditas dan risiko kredit. Hingga mereka yang memberikan akses ke fasilitas pinjaman). Dan akan memungkinkan uang elektronik menjadi tidak hanya a perangkat transaksi tetapi juga berpotensi menjadi instrumen tabungan (Ehrbeck dan Tarazi 2011). Dengan implikasi inklusi keuangan potensial yang relevan.

Akhirnya, kerangka kerja seperti itu akan memberi insentif kepada bank dan non-bank untuk mengeksploitasi keunggulan komparatif mereka sendiri. Dengan non-bank mungkin bersaing di segmen uang elektronik yang dilindungi sepenuhnya dan bank dapat mereplikasi di sisi uang elektronik. Kekuatan mereka untuk menciptakan uang melalui pinjaman.

Baca juga : Fungsi Dari GoPay Plus

  • 1
  • 2