Fakta Perkembangan Uang Elektronik Oleh Masyarakat

Fakta Perkembangan Uang Elektronik Oleh MasyarakatFakta Perkembangan Uang Elektronik Oleh Masyarakat Indonesia dapat kalian simak di dalam artikel yang akan kami jelaskan dengan singkat dan padat.

Uang elektronik telah semakin diminati masyarakat Indonesia, terutama kaum muda-mudi. Alat transaksi digital yang praktis digunakan ini pun semakin populer dengan digalakkannya transaksi tol non tunai. Bahkan kini pemakaian uang elektronik telah semakin diperluas, termasuk untuk pembelanjaan di minimarket, alat transaksi parkir hingga alat transaksi transportasi umum.

Di Indonesia sendiri ada dua jenis uang elektronik yang diakui oleh Bank Indonesia. Jenis pertama yakni berbasis kartu dengan memakai chip seperti Brizzi dan Flazz. Selanjutnya yang kedua yaitu melalui aplikasi seperti OVO, Go-Pay, dan Dana.

Baca Juga Artikel kami Lainnya di Penjelasan Dari Uang Elektronik dan Macamnya

Fakta Perkembangan uang elektronik Oleh Masyarakat di Indonesia

Perkembangan dunia digital dan pertumbuhan transaksi non tunai menjadi faktor di balik tingginya pemakaian uang elektronik atau semakin meningkatnya transaksi memakai uang elektronik. Ditambah lagi dengan banyaknya cashback yang membuat masyarakat semakin tertarik melakukan transaksi memakai uang elektronik.

Data dari Bank Central, tercatat selama periode Juli 2019 transaksi memakai uang elektronik mencapai Rp. 12,93 triliun. Angka tersebut menunjukkan peningkatan lebih dari 200% dari bulan yang sama di tahun sebelumnya. Nilai tersebut adalah paling tinggi sejak uang elektronik pertama kali dirilis di Indonesia.

Bahkan hanya dalam kurun waktu satu bulan, pemakaian uang elektronik tercatat hingga 476 juta kali. Total pemakaian uang elektronik tersebut ialah untuk transportasi dan e-commerce.

Fakta-Fakta Perkembangan  uang elektronik di Indonesia

Sejak pertama kali dirilis di Indonesia, perkembangan uang elektronik di Indonesia tercatat begitu pesat. bahkan penggunanya sendiri telah semakin meluas, mulai dari kalangan masyarakat kelas menengah ke atas hingga masyarakat kelas menengah.

Berikut ini ada beberapa fakta menarik terkait  perkembangan uang elektronik di Indonesia.

1. Di rilis Sejak 2009

Uang elektronik pertama kali di rilis di Indonesia pada tahun 2009 atau sekitar 10 tahun lalu. Di tKaliani dengan terbitnya Peraturan Bank Indonesia No.11/12/PBI/2009 tanggal 13 April 2009 terkait Uang Elektronik (Electronic Money) oleh Bank Indonesia.

Perilisan uang elektronik tersebut juga di lengkapi dengan surat edaran terkait mengenai lembaga penyedia uang elektronik. Dalam 10 tahun sejak pertama kali di rilis, telah ada begitu banyak perubahan yang terjadi dan semuanya menunjukkan pertumbuhan atau perkembangan positif.

2. Flazz BCA adalah yang Tertua

Bank BCA adalah lembaga keuangan pertama yang menyediakan uang elektronik  melalui Flazz BCA. Uang elektronik yang di keluarkan sejak tahun 2007 ini berbentuk kartu. Hingga saat ini, telah beredar sekitar 10 juta unit Flazz BCA.

Walaupun begitu, pertumbuhan paling tinggi tercatat perkembangan paling maji pada 5 tahun terakhir. Termasuk pada nilai transaksi yang terjadi. Flazz BCA ini pun berinovasi dengan berbagai macam desain kartu yang menarik, sehingga semakin di minati oleh anak muda.

3. Mencapai 37 Uang Elektronik

Sampai saat ini telah tersedia 37 uang elektronik yang beredar di seluruh Indonesia, termasuk di dalamnya aplikasi dan yang berupa kartu. Tipenya pun terbagi menjadi uang elektronik konvensional dan juga syariah.

4. Di dongkrak Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT)

Program yang di canangkan oleh Bank Indonesia pada tahun 2014 ini secara tak langsung telah memaksa masyarakat untuk berpindah dari uang cash ke uang elektronik.

Salah satu ketetapan yang memberikan pengaruh besar terhadap peningkatan pemakaian uang elektronik adalah transaksi tol non tunai di seluruh Indonesia.

5. Didominasi Transaksi Transportasi

Selain tingginya transaksi di e-commerce, nilai transaksi perkembangan uang elektronik di Indonesia juga di karenakan banyaknya transaksi memakai uang elektronik pada bidang transportasi.

Selain kebutuhan transaksi tol seperti yang telah di sebutkan pada poin sebelumnya, transaksi memakai uang elektronik juga banyak di gunakan untuk MRT, KRL, dan ojek online. Di tambah lagi dengan dua nama besar produk uang elektronik Indonesia saat ini adalah produk dari startup transportasi online, yakni OVO dan Go-Pay.

Perkembangan uang elektronik di Indonesia yang dari tahun ke tahun semakin bertambah persentasenya menunjukan jika masyarakat Indonesia telah semakin terbuka terhadap perkembangan teknologi.

Tak dapat di pungkiri jika kegiatan ekonomi memang sangat berkesinambungan dengan bidang elektronik. Di mana transaksi jual beli di Indonesia semakin meningkat dengan adanya layanan e-commerce dan lembaga lain yang menawarkan transaksi atau transaksi memakai uang elektronik.

Lalu bagaimana dengan Kalian? Apakah Kalian termasuk salah satu yang telah aktif memakai uang elektronik untuk berbagai kebutuhan? Ada begitu banyak kelebihan dan kemudahan yang bisa Kalian dapatkan dengan memakai uang elektronik tersebut.

Salah satunya yakni transaksi yang semakin praktis dan bisa di lakukan kapan saja. Hanya bermodalkan saldo uang elektronik dan akses internet serta media seperti kartu, smartphone dan lainnya transaksi telah bisa di lakukan dengan mudah.

Penerapan Terbaru uang elektronik di Indonesia

Jika kalian pernah memakai kartu flazz BCA mandiri (salah satu produk dari bank di Indonesia) berarti kalian telah memakai salah satu teknologi yang sedang di terapkan di Indonesia. Apa itu uang elektronik? uang elektronik setara digital cash, disimpan pada perangkat elektronik atau jarak jauh pada server.

Istilah kata dari uang elektronik adalah ‘dompet elektronik’, di mana pengguna menyimpan jumlah uang yang relatif kecil pada kartu transaksi atau kartu pintar lainnya, yang akan di gunakan untuk melakukan transaksi kecil.uang elektronik juga dapat di simpan dan di gunakan melalui telepon seluler atau dalam rekening transaksi di internet.

uang elektronik dapat dipahami sebagai cara untuk menyimpan dan mengirimkan uang konvensional melalui sistem elektronik atau sebagai mata uang digital yang bervariasi nilai dan di perdagangkan sebagai mata uang dalam dirinya sendiri. Di negeri-negeri yang telah maju, mereka telah memanfaatkan uang elektronik dengan baik.

Deposit Langusng ke uang elektronik Sebagai Gaji

Di sana orang menerima gaji mereka melalui deposit langsung, memindahkan uang dengan transfer dana elektronik, dan menghabiskan uang dengan kartu kredit dan debit. Jika begitu bagaimana penerapan pemakaian uang elektronik di Indonesia?

Di Indonesia sendiri telah mulai di terapkan pemakaianya seperti yang kita kenal seperti kartu Flazz BCA Mandiri. Saat ini juga hampirsemua operator telekomunikasi besar di tanah air telah ikut masuk ke industri uang digital.

Kemudahan dan efisien yang menjadi nilai tambah alat transaksi berbentuk digital tersebut mendorong para pemain telekomunikasi ingin ikut ambil bagian menyediakan layanan uang elektronik.
Seperti yang di laporkan, Bank Indonesia memperlihatkan beberapa statistik mengenai kondisi uang elektronik di negara ini.

Sejauh ini, uang elektronik ?uang non-tunai yang di gunakan dalam transaksi ?telah di gunakan sebagai alat transaksi untuk transaksi yang bernilai kurang dari Rp 5 juta di Indonesia. Total nilai transaksi uang elektronik di tahun 2013 mencapai Rp 6,7 miliar per hari atau Rp 2 triliun per tahun.