Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan dan kerugian uang elektronik – Ide pertama tentang uang digital diperkenalkan pada akhir abad ke-20 oleh ilmuwan komputer dan kriptografer Amerika David Chaum. Dia menemukan tanda tangan buta primitif kriptografi – tanda tangan digital di mana konten pesan disamarkan (dibutakan) sebelum ditandatangani. Pada akhir 1980-an ketika gerakan Cypherpunk dimulai, karyanya “Surat Elektronik yang Tidak Dapat Dilacak, Alamat Pengembalian, dan Nama samaran Digital” berbagi visi orang-orang tentang masa depan dan meletakkan dasar untuk bidang penelitian komunikasi anonim.

Penemuan Chaum memungkinkan pengguna memperoleh mata uang digital dari bank dan membelanjakannya dengan cara yang tidak dapat dilacak oleh bank atau pihak lain. Pada tahun 1988 ia memperluas ide ini untuk memungkinkan transaksi offline yang memungkinkan deteksi pembelanjaan ganda. Setelah tujuh tahun pada tahun 1990, dia mendirikan DigiCash untuk mengkomersialkan idenya. DigiCash adalah perusahaan uang elektronik yang menawarkan aplikasi uang elektronik yang bertujuan untuk menjaga anonimitas pengguna.

Asal mula mata uang digital

Asal mula mata uang digital berasal dari gelembung Dot-com tahun 1990-an. E-gold merupakan uang elektronik pertama yang didirikan pada tahun 1996 serta didukung oleh emas. Layanan mata uang elektronik lain adalah Liberty Reserve, yang didirikan pada tahun 2006; Ini memungkinkan pengguna mengonversi dolar atau euro ke Liberty Reserve Dollars atau Euro, dan menukarnya secara bebas satu sama lain dengan biaya 1%.

Uang elektronik atau e-money adalah salah satu sistem pembayaran yang kini semakin digemari. E-money adalah sistem pembayaran tanpa uang tunai yang kini banyak digunakan di beberapa kota besar di Indonesia, termasuk Jakarta. Keberadaan uang elektronik telah menggantikan fungsi uang tunai. Anda tidak perlu mengeluarkan uang dari dompet untuk membayar apapun, Anda hanya perlu menggunakan satu kartu dan semuanya selesai. Meski dibalik kelebihannya, bukan berarti tidak ada kerugiannya. Di bawah ini adalah Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan dan kerugian uang elektronik

Keuntungan

1. Lebih Praktis
Untuk menggunakan uang elektronik, Anda harus mengisi saldo. Anda bisa melakukan top up di merchant dan sekarang lebih mudah untuk menemukan merchant tersebut. Saldo uang elektronik Anda dapat digunakan untuk transaksi apapun, dimanapun dan kapanpun. Anda hanya perlu menggunakan satu kartu dan Anda dapat membayar apapun yang Anda inginkan selama saldo Anda tidak pernah habis.

2. Transaksi Lebih Cepat
Untuk transaksi pembelian dengan uang elektronik memang lebih cepat dari pada menggunakan uang tunai. Misalnya saat ingin membayar tiket kereta api. Anda dapat langsung mengetuk mesin yang tersedia, lalu pergi ke peron, dan menunggu kereta Anda datang. Tidak perlu untuk mengantri agar dapat membayar sesuatu di konter atau kasir,mengeluarkan uang,atau menunggu kembalian.

3. Transaksi Global
Bagi yang suka belanja online, e-money juga bisa bermanfaat. Sebab, bisa digunakan sebagai pembayaran di situs e-commerce manapun, termasuk di luar negeri. Karena e-money berlaku secara global. Saat melakukan pembayaran,uang elektronik memiliki fungsi yang sama dengan kartu kredit. Anda hanya perlu mengisi nomor kartu Anda, dan pembayaranpun dapat dengan segera selesai.

Kekurangan

1. Konsumtif
Sadar atau tidak, e-money yang memberikan banyak kemudahan membuat kita menjadi pribadi yang konsumtif. Mengapa? Karena kemudahan membuat kita ingin membeli banyak barang, hingga kita tidak menyadari bahwa saldo hampir habis.

2. Keamanan Rendah
E-money dapat berpindah tangan dengan mudah. Tidak perlu memasukkan kata sandi atau sesuatu, semua orang dapat menggunakannya tanpa izin apa pun. Untuk itu berhati-hati . Sebab ketika kartu Anda hilang, orang yang menemukan kartu Anda dapat langsung menggunakannya. Itulah konsekuensi dibalik kemudahannya yang memberatkan. Yang harus Anda lakukan sebagai pemilik adalah menjaganya dengan sangat baik.

3. Saldo yang Tersisa Tidak Bisa Menjadi Tunai
Meskipun transaksi menggunakan kartu uang elektronik sangat mudah, namun tidak semua pembayaran bisa dilakukan dengan uang elektronik. Ketika Anda ingin membayar sesuatu secara tunai, atau Anda menambah saldo Anda terlalu banyak, saldo yang telah ditransfer tidak dapat diuangkan atau diubah menjadi uang tunai. Kecuali jika kartu uang elektronik Anda hilang atau rusak, Anda dapat melaporkannya ke bank terkait dan sisa saldo dapat dicairkan.

Baca juga : Fungsi dan Keuntungan Layanan Emoney Linkaja